jateng.jpnn.com, KUDUS - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan sedikitnya 118 siswa harus menjalani perawatan medis.
Kepala SPPG Purwosari Nasihul Umam menegaskan pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk menanggung biaya pengobatan para siswa yang terdampak.
“Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang menjalani perawatan,” kata Nasihul, Kamis.
Dia juga meminta masyarakat bersabar sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium dan akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Nasihul menjelaskan peristiwa ini bermula dari laporan pihak SMA Negeri 2 Kudus yang menyampaikan adanya sejumlah siswa mengalami diare, bahkan satu siswa harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Saya menerima laporan dari PIC MBG sekolah SMA 2 Kudus. Ada siswa yang diare, ada yang dibawa ke UGD, dan ada juga yang tidak masuk sekolah,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG langsung turun ke sekolah bersama staf, akuntan, ahli gizi, serta asisten laboratorium untuk melakukan verifikasi. Menu MBG yang dikonsumsi saat itu adalah soto ayam suwir lengkap dengan tempe dan tauge.









































