jpnn.com, JAKARTA - Industri pariwisata Indonesia kini tengah menghadapi dinamika baru seiring meningkatnya penggunaan aset digital oleh wisatawan mancanegara.
Meski membuka peluang pasar yang luas, fluktuasi harga aset digital yang tajam seringkali menjadi momok bagi pelaku usaha, seperti pemilik hotel dan pengelola vila, karena risiko selisih kurs yang merugikan.
Menjawab tantangan tersebut, Xepeng, penyedia infrastruktur konversi digital berbasis di Bali menghadirkan solusi inovatif yang menjamin stabilitas pendapatan merchant melalui sistem settlement Rupiah yang stabil.
"Salah satu hambatan utama adopsi pembayaran kripto di sektor bisnis adalah volatilitas. Nilai aset bisa berubah drastis hanya dalam hitungan menit antara waktu pelanggan membayar dan waktu dana diterima oleh merchant," kata CMO Xepeng Budi Satrya, Selasa (17/2).
Dia menyebutkan infrastruktur Xepeng dirancang untuk memitigasi risiko ini dengan memfokuskan jalur penerimaan pada aset digital stabil (stablecoins) dan mengintegrasikan teknologi konversi real-time.
"Begitu transaksi dilakukan, nilai aset digital langsung dikonversi dan dikunci ke dalam Rupiah secara instan," ujarnya.
Budi menegaskan perlindungan terhadap volatilitas adalah fitur fundamental untuk menjaga kesehatan arus kas para pengusaha lokal.
Pihaknya ingin memastikan inovasi teknologi tidak membawa risiko finansial tambahan bagi para pengusaha.











































