Timur Tengah Memanas, Waspada IHSG Ambrol

1 day ago 27

Timur Tengah Memanas, Waspada IHSG Ambrol

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Serangan Israel dibantu AS ke Iran, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA/X)

jpnn.com, JAKARTA - Analis pasar modal Hendra Wardana mengingatkan risiko Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan imbas memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Hendra, konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel bukan hanya sekadar isu politik, tetapi sudah masuk ke ranah risiko ekonomi di tingkat global.

"Pasar langsung merespons dengan pola risk-off. Investor global cenderung keluar dari aset berisiko dan mencari perlindungan di aset safe haven," ujar Hendra dikutip Senin (2/3).

Hendra mengaku eskalasi konflik maka akan mengganggu arus kapal tanker di kawasan selat Hormuz, sehingga menyebabkan harga minyak global melonjak.

"Dampaknya bisa menjalar ke inflasi global, nilai tukar, hingga kebijakan suku bunga di berbagai negara," ujar Hendra.

Bagi pasar modal Indonesia, dia menjelaskan tekanan bisa datang dari dua sisi, diantaranya pertama, potensi capital outflow (arus dana modal) karena investor asing mengurangi eksposur di emerging market.

Kemudian, kedua, risiko inflasi impor akibat lonjakan harga energi di tingkat global.

Dia mengatakan jika harga minyak bertahan di level tinggi dapat menyebabkan beban biaya produksi meningkat, dan margin perusahaan tercatat (emiten) dapat tertekan.

Analis pasar modal Hendra Wardana mengingatkan risiko Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan imbas memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |