jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan bahwa tahapan dan jadwal keberangkatan jemaah haji 2026 tidak mengalami perubahan. Meski eskalasi situasi keamanan di kawasan Timur Tengah sedang meningkat, persiapan terus berjalan sesuai rencana awal.
Plt Kepala Kanwil Kemenhaj DIY Jauhar Mustofa menegaskan hingga saat ini belum ada kebijakan khusus atau Surat Edaran (SE) dari pemerintah pusat yang mengubah jadwal pemberangkatan.
"Belum ada perubahan. Jadi, masih sesuai jadwal. Harapan kami segera ada solusi terkait persoalan di Timur Tengah agar tidak merembet ke persiapan haji karena operasional akan dimulai pada 21 April mendatang," ujar Jauhar di Yogyakarta, Selasa (3/3/2026).
Sejauh ini, mobilitas udara dari Indonesia menuju Arab Saudi terpantau tidak terdampak secara signifikan. Penerbangan langsung (direct flight) menggunakan maskapai Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines dari Jakarta masih beroperasi normal.
Jauhar menambahkan bahwa jemaah Indonesia yang saat ini melakukan perjalanan ibadah umrah terpantau aman.
"Sampai tadi malam masih ada yang berangkat dan sudah landing di sana dengan selamat. Relatif tidak ada kendala di lapangan," imbuhnya.
Guna mengantisipasi skenario terburuk, pemerintah melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah menyiagakan tim khusus (task force) di tiga titik strategis, yaitu di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Makkah dan Madinah.
Tim ini bertugas melakukan mitigasi risiko bilaman sewaktu-waktu terjadi penutupan ruang udara di kawasan konflik yang dapat memicu pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan secara mendadak.








.jpeg)
































