jpnn.com, TIONGKOK - Rencana pemutaran perdana di hadapan publik internasional (world premiere) film ‘Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang’ atau RBMT pada ajang Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026 di Tiongkok disambut antusiasme tinggi.
Hal tersebut tecermin pada tiket RBMT yang terjual habis alias sold out di ajang festival film terbesar di Asia itu.
SIFF 2026 berlangsung pada 12-21 Juni mendatang di Shanghai. Adapun wolrd premiere film hasil kolaborasi Matta Cinema Production (MCP) dengan Ruang Basbeth Bercerita itu akan digelar pada 16 Juni 2026 pukul 15.00 - 16.15 waktu setempat di Shanghai Cinema (SHO) yang dikenal sebagai salah satu bioskop terbesar di kota pusat finansial Tiongkok tersebut.
"Penjualan tiket sold out ini membuktikan apresiasi publik Shanghai kepada film Indonesia,” ungkap CEO MCP Nugroho Dewanto melalui layanan pesan, Minggu (7/6).
Pada SIFF 2026, RBMT ditampilkan dengan judul My Own Last Supper. Setelah melalui world premiere, film yang disutradarai Ismail Basbeth itu juga akan diputar di tiga bioskop di Shanghai, antara lain, Broad Palace Cinema (17 Juni, jam 17.30 - 19.26) dan (19 Juni, jam 21.00 - 22.56); Shanghai Baiying Sanke Cinema (20 Juni, jam 18.30 - 20.26); serta Shanghai Baimehui Cinema (21 Juni, jam 15.30 - 17.26).
Pada festival sinema internasional tertua di Tiongkok itu, RBMT terpilih masuk ke dalam kompetisi utama (main competition).
Gambar hidup yang diangkat dari novel berjudul sama karya Wisnu Suryaning Adji itu berhasil menembus tujuh kategori kompetisi, yakni best feature, best director, best actor, best actress, best screenplay, best cinematographer, dan best outstanding artistic.
RBMT berkisah tentang pergulatan keluarga Tionghoa yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Di dalamnya ada sosok pria tua Tionghoa yang mengalami trauma psikologi dan politik karena identitas etnisnya.







































