bali.jpnn.com, DENPASAR - Aparat Satpolairud Polresta Denpasar mengevakuasi seorang pemancing wanita bernama Sielma Claudia Fortuna, 26, asal Gianyar, Bali, beserta dua rekannya yang terjebak di sebuah rumah apung di Perairan Serangan, Denpasar, pada Kamis (4/6).
Evakuasi dramatis ini dilakukan setelah korban kehilangan satu-satunya kontak pengemudi jukung akibat telepon genggamnya jatuh ke laut.
Kejadian bermula ketika pada Kamis (4/6) pukul 00.30 WITA, korban bersama dua temannya berangkat menuju rumah apung menggunakan jukung sewaan yang dikemudikan saksi Rois Akhmadi.
Saat sedang memancing sekitar pukul 02.30 WITA, korban menggunakan cahaya lampu telepon genggam untuk menerangi permukaan laut guna melihat ikan.
Namun, akibat guncangan ombak, telepon genggam milik korban terjatuh ke laut.
Karena nomor kontak pengemudi jukung yang akan menjemput mereka tersimpan di perangkat tersebut, korban tidak dapat menghubungi pemilik jukung untuk kembali ke daratan.
Dalam kondisi tersebut, korban kemudian menggunakan telepon genggam milik temannya untuk menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polresta Denpasar guna meminta bantuan.
Personel Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar langsung bergerak menuju lokasi rumah apung.




































