jpnn.com - MODEL komunikasi Presiden Prabowo Subianto terlihat baru: sehari setelah mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, sebuah acara besar diadakan di gedung pertemuan besar dan mewah di Sentul. Yang dihadirkan para pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gedung berkapasitas 10.000 orang itu penuh sesak: mereka adalah penggerak dan pelaksana dapur MBG. Jelaslah bahwa MBG tidak akan dibatalkan.
Presiden Prabowo Subianto saat berinteraksi dengan para siswa ketika meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta. Foto: dokumentasi Biro Pers Istana
Masyarakat pun kelihatannya terpuaskan oleh pemecatan dan penangkapan kepala BGN beserta dua wakilnya. Banyak yang usul diberikan hukuman tambahan kepada mereka: kepala mereka dipukuli dengan panci dan wajan.
Bahwa biaya MBG sangat besar, Presiden Prabowo sedang berusaha cari uang: menyatukan ekspor batu bara dan sawit lewat satu pintunya Danantara Sumberdaya Indonesia.
Bagi rakyat, yang penting, kelihatannya, jangan jadikan uang besar itu sebagai barang jarahan para pimpinan BGN/MBG. Soal uangnya dari mana bukan tugas rakyat untuk memikirkannya.
Satu per satu mulai ditemukan cara kontrol sederhana atas mutu MBG. Setidaknya sudah dua jenis makanan yang ditemukan cara kontrolnya: telur dan ayam.
Telur tidak boleh didadar. Harus direbus.

.jpeg)





































