jpnn.com, JAKARTA - Indonesia mengalami inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 4,76 persen pada Februari 2026.
Hal itu diungkapkan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono.
“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,48 pada bulan Februari tahun 2025 menjadi 110,50 pada Februari tahun 2026,” kata Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (3/2).
Kemudian, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,68 persen month-to-month (mtm) dan inflasi tahun kalender mencapai 0,53 year-to-date (ytd) pada Februari 2026.
Selain itu, Ateng Hartono menyampaikan tarif listrik, yang mengalami inflasi sebesar 86,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Februari 2026, memberikan andil inflasi tertinggi, yakni 2,17 persen.
Komoditas tarif listrik termasuk dalam kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Kelompok tersebut mengalami inflasi tahunan sebesar 16,19 persen yoy pada bulan lalu, jauh melebihi tingkat inflasi tahunan secara umum yang tercatat sebesar 4,76 persen yoy.
"Penyumbang utama inflasi Februari 2026 secara year-on-year adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 2,26 persen," ucap Ateng.












































