jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah dan Pertamina dinilai telah berusaha melakukan upaya terbaik untuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.
Karena itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M. Kholid Syeirazi mengimbau masyarakat hendaknya tetap tenang, tidak perlu panik, dan tetap beraktivitas seperti biasa.
”Masyarakat harus tenang. Buat apa panik? Karena situasi sekarang juga dialami di seluruh dunia. Bahkan, kondisi kita jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain,” ujar Kholid.
Dibandingkan negara-negara lain, termasuk Asia Tenggara, kata Kholid, kondisi energi Indonesia memang lebih baik.
Sebagai perbandingan, harga BBM di Vietnam, misalnya, sudah mengalami kenaikan signifikan dari Rp12.700/liter menjadi Rp19.100/liter. Begitu pula Thailand, dari Rp16.500/liter menjadi Rp24.000/liter, Laos dari Rp22.700/liter menjadi Rp30.200/liter.
Selain itu, lanjutnya, stok BBM juga di atas 20 hari.
”Itu lebih tinggi di atas cadangan operasional minimal yang ditetapkan BPH Migas,” tutur Kholid.
Sikap tenang masyarakat, menurut Kholid, akan sangat membantu Pemerintah dan Pertamina, yang saat ini berusaha melakukan upaya terbaik untuk menjaga ketersediaan pasokan.









































