jpnn.com, SEOUL - Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional sebagai bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, memperluas investasi, serta mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih.
Kemitraan bilateral yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi dinamika global sekaligus membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/4).

Sebagai wujud komitmen tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Republik Korea.
Pertukaran MoU tersebut mencerminkan penguatan kemitraan strategis kedua negara yang terus berkembang dan berorientasi jangka panjang.
Kesepakatan yang dicapai mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan.
Perinciannya, kerja sama tersebut meliputi pembentukan dialog strategis komprehensif, khusus, penguatan kerja sama ekonomi 2.0, pengembangan kemitraan mineral kritis, serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk Kesehatan dasar dan Pembangunan manusia.









































