jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Hamka B. Kady menilai usul pemindahan gerbong khusus wanita bukan solusi permanen menyelesaikan persoalan keamanan transportasi.
Hal demikian dikatakan Hamka menyikapi usul Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi terkait pemindahan gerbong khusus wanita.
"Itu sebenarnya bukan menyelesaikan masalah. Apa pun mau laki-laki mau di belakang, mau di tengah, mau di depan itu kan tidak ada masalah," kata dia kepada awak media, Rabu (29/4).
Diketahui, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus wanita menyikapi kasus tabrakan kereta di Bekasi, Senin (27/4) kemarin.
Tabrakan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengakibatkan 15 jiwa meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
Hamka mengatakan upaya menyelesaikan masalah keamanan transportasi seharusnya berbicara penguatan kedisiplinan berkendara hingga persinyalan.
"Sistem persinyalannya harus diperbaiki, perlintasan sebidangnya itu jangan hanya Pak Ogah yang jaga di situ," ujarnya.
Hamka menyebut pemindahan gerbong khusus wanita dari paling depan atau belakang tak esensial menghadirkan keselamatan transportasi.









































