DPR Minta Dirut KAI Mundur Pasca-Tabrakan Kereta, Muslim Arbi: Tunggu Hasil Investigasi

1 hour ago 17

 Tunggu Hasil Investigasi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (kedua kiri), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kanan), memberi keterangan kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) dini hari. ANTARA/HO-Kemenhub

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat hukum dan politik Muslim Arbi buka suara terkait munculnya desakan agar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mundur dari jabatannya pascatabrakan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Ia menilai desakan yang muncul dari salah satu Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto tersebut tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa dasar yang objektif dan hasil investigasi yang jelas.

Menurut Muslim, dalam tata kelola perusahaan negara, evaluasi terhadap pimpinan tidak bisa hanya didasarkan pada satu peristiwa, apalagi ketika penyebab kecelakaan belum ditetapkan secara resmi.

“Permintaan mundur terhadap Dirut KAI harus didasarkan pada evaluasi yang objektif, bukan tekanan politik atau asumsi sesaat. Jangan sampai publik melihat ada agenda lain di balik desakan itu,” ujar Muslim Arbi, Rabu (29/4/2026).

Muslim menegaskan bahwa tanggung jawab atas kecelakaan transportasi bersifat kompleks dan melibatkan banyak aspek. Mulai dari faktor teknis, operasional, sistem keselamatan, hingga pengawasan internal.

Ia mengingatkan bahwa tidak tepat jika seluruh beban langsung diarahkan kepada pucuk pimpinan tanpa melihat akar persoalan secara menyeluruh. “Kalau setiap kecelakaan langsung direspons dengan tuntutan mundur terhadap Dirut, itu bukan solusi. Itu justru berpotensi menjadi politisasi atas musibah,” katanya.

Lebih jauh, Muslim mengungkap adanya indikasi kepentingan tertentu yang menurutnya perlu dicermati publik. Ia mengaku menangkap sinyal adanya dugaan permintaan proyek di lingkungan KAI yang beriringan dengan tekanan politik terhadap direksi.

“Saya menduga ada kepentingan lain. Bahkan ada sinyal dugaan permintaan proyek di tubuh KAI. Ini tentu harus dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan publik,” ujarnya.

Pengamat hukum Muslim Arbi buka suara terkait munculnya desakan agar Dirut KAI Bobby Rasyidin mundur dari jabatannya pascatabrakan kereta di Bekasi Timur.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |