jpnn.com, JAKARTA - Lima sukarelawan dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama satu awak media menuju Turki untuk bergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2026 pada Selasa (28/4).
Misi kemanusian itu berupa konvoi laut sipil dari berbagai negara yang berupaya menembus blokade Gaza
Lima sukarelawan itu di antaranya Andi Angga Prasadewa, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto Sudarsono, Hendro Prasetyo, dan Asad Aras Muhammad.
Lebih dari 80 kapal akan terlibat dalam misi ini. Bukan sekadar perjalanan laut, tetapi simbol perlawanan sipil global terhadap krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai di Gaza—sebuah seruan moral yang menggema melintasi batas negara.
Di balik keberangkatan ini, ada kesinambungan cerita. Dewan Pengarah GPCI Irvan Nugraha menegaskan bahwa partisipasi Indonesia bukan yang pertama.
“Ada Bu Maimon sebagai Steering Committe di GSF yang sudah berangkat terlebih dahulu bersama Chiki Fawzi, berarti sudah hampir 2 pekan bertugas di dalam Global Sumut Flotila II mulai dari Barcelona terus juga ke Italia. Sekarang kita memberangkatkan kembali perwakilan masyarakat Indonesia jalur laut, jadi nanti akan bergabung dengan Bu Maimon dan Chiki yang sudah berlayar sebelumnya,” ujarnya.
Dari Barcelona, perjalanan ini memang telah dimulai sejak 12 April. Armada kemudian bertemu kapal-kapal lain di Italia pada 26 April, sebelum bergerak menuju Yunani dan Turki—titik konsolidasi akhir sebelum mendekati perairan Gaza.
Irvan menekankan misi ini bukan tanpa risiko. Namun, tujuan yang diusung jauh lebih besar: membuka koridor kemanusiaan.









































