jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari fraksi NasDem Arif Rahman menilai tidak logis dan cacat logika isu penggabungan antara partainya dengan Gerindra seperti diberitakan majalah ternama.
"Ini di luar nalar,” ujar Arif kepada awak media, Selasa (14/4).
Legislator Komisi IV itu mengatakan NasDem sudah berdiri sejak 2011.
Berbagai pengorbanan telah dilakukan kader, sehingga tidak mungkin terjadi peleburan begitu saja dengan Gerindra.
"Bagaimana mungkin Partai NasDem yang sudah didirikan 15 tahun lalu dan penuh pengorbanan harus dilebur hanya karena tidak menjadi bagian dari koalisi pemerintah," lanjut Arif.
Legislator Dapil I Banten itu menyebutkan NasDem bukan pula entitas bisnis seperti perseroan terbatas terbuka (Tbk) yang mudah digabungkan begitu saja.
Sebab, kata dia, NasDem memiliki tanggung jawab politik terhadap jutaan pemilih yang memberikan mandat pada Pemilu 2024.
“Partai NasDem bukan PT Tbk. Kami punya pertanggungjawaban terhadap rakyat yang memilih kami, sebanyak 14.660.516 suara atau 9,6 persen pada Pemilu 2024,” ujar Arif.








































