jabar.jpnn.com, DEPOK - Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Depok dilaporkan sempat mengalami keterlambatan pencairan anggaran operasional untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski demikian, layanan penyediaan makanan bagi penerima manfaat tetap berjalan dengan memanfaatkan sisa anggaran yang masih tersedia.
Ketua Yayasan Sinergi Helmi Rahayu, Ade Helmi, membenarkan adanya keterlambatan dalam penyaluran biaya operasional kepada sejumlah dapur yang berada di bawah pengelolaan yayasannya.
Menurut Ade Helmi, operasional dapur tetap dilaksanakan sesuai arahan dari pimpinan pusat selama masih terdapat anggaran yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan program.
“Sesuai dengan arahan pimpinan pusat, jika anggaran masih ada tetap dijalankan sampai anggaran habis. Sesuai informasi Senin atau Rabu sudah cair bisa dibicarakan kembali,” ujar Ade Helmi pada Senin (8/6).
Ia menjelaskan, Yayasan Sinergi Helmi Rahayu saat ini mengelola tujuh dapur SPPG di Kota Depok. Hingga Senin sore, empat dari tujuh dapur tersebut telah menerima pencairan anggaran operasional.
“Memang sempat ada keterlambatan, tetapi hingga sore ini dari tujuh dapur, terdapat empat dapur sudah diberikan anggaran,” katanya.
Ade Helmi mengungkapkan bahwa pencairan anggaran semula dijadwalkan pada Jumat pekan lalu. Namun, proses tersebut mengalami penundaan sehingga penyaluran baru dilakukan secara bertahap mulai Senin hingga Rabu.




































