jpnn.com, RIAU - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan penanaman sebagai upaya dari proses restorasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Restorasi ini terus dilakukan untuk memastikan habitat Gajah Sumatera tidak diganggu.
“Proses restorasi Taman Nasional Tesso Nilo terus dilakukan. Kita terus bekerja untuk memastikan domang dan kawan-kawan rumahnya tidak diganggu dan mereka bisa hidup di alam bebas,” ujar Menhut Raja Antoni di Taman Nasional Tesso Nilo.
Menhut Raja Antoni mengatakan sebelumnya Wamenhut Rohmat Marzuki juga telah mulai melakukan restorasi.
Dia menyebut restprasi akan fokus dilakukan dengan luasan 31 ribu hektare, yang nantinya akan berkembang menjadi 80 ribu hektar di Taman Nasional Tesso Nilo.
“Insyallah sesegera mungkin sudah dimulai, Pak Wamen kemarin sudah 3 minggu yang lalu sudah memulai proses restorasi kawasan Tesso Nilo, rencananya 511 hektar, kemarin saya juga insyallah sudah ada komitmen 7 ribuan lagi yang akan ditanam. Insyallah di 31 ribu ini dulu nih yang kita restorasi jadi fokus utama, nanti pelan-pelan bisa ke 80 ribuan Taman Nasional seperti yang ada di SK terakhir,” ujar Menhut Raja Antoni.
Menhut Raja Antoni mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Satgas PKH untuk mengembalikan Tesso Nilo sebagai habitat Gajah Sumatera.
Raja Antoni menyebut dirinya mengetahui adanya resistensi dari masyakat, tetapi persoalan yang terjadi di Tesso Nilo sendiri disebut bukan merupakan persoalan yang baru saja muncul.






































