jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) akan bergerak fluktuatif pada perdagangan besok, Selasa (9/6).
Ibrahim memperkirakan mata uang garuda akan ditutup melemah berkisar pada Rp 18.180 per USD-Rp 18.230 per USD.
Sementara itu, rupiah ditutup melemah 151 point di level Rp 18.187 pada perdagangan hari ini, Senin (8/6).
Ibrahim menjelaskan tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas akibat serangan Israel di Lebanon menjadi faktor besar pelemahan rupiah.
Israel menyerang pabrik petrokimia di barat daya Iran, bersamaan dengan serangan di tempat lain terhadap target militer.
Disebutkan, Israel tetap melanjutkan serangan, meskipun Presiden AS Donald Trum telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri.
Sementara itu, dari sisi domestik, faktor kegelisahan pasar atas agenda pengeluaran besar-besaran Presiden Prabowo terhadap program prioritas memicu pelemahan rupiah.
Hal tersebut lantaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa ( Kopdes) Merah Putih disebut membuat devisit neraca transaksi berjalan melebar.







































