jpnn.com, JAKARTA - Relawan Jurnal Indonesia (RJI) mendorong perubahan dalam tata kelola publikasi jurnal ilmiah di Indonesia dengan menghapus beban Article Processing Charge (APC) bagi penulis.
Melalui Simposium Nasional dalam peringatan 1 dekade RJI dan MUNAS ke-4, RJI mengusung konsep Diamond Open Access, yakni model publikasi ilmiah yang membebaskan penulis dari biaya publikasi, sementara operasional jurnal didukung sepenuhnya oleh perguruan tinggi maupun komunitas akademik.
Chairman Relawan Jurnal Indonesia, Arbain mengatakan model Diamond Open Access merupakan perspektif baru yang direkomendasikan UNESCO untuk menciptakan sistem publikasi ilmiah yang lebih adil dan inklusif.
"Penulis tidak harus membayar kepada jurnal. Seluruh biaya operasional ditanggung oleh perguruan tinggi atau komunitas akademik sehingga memberikan akses yang lebih adil bagi seluruh peneliti," ujar Arbain.
Menurutnya, saat ini biaya Article Processing Charge (APC) di berbagai jurnal masih sangat beragam dan kerap menjadi kendala bagi dosen maupun peneliti dalam mempublikasikan hasil riset.
Padahal, berdasarkan data RJI, sudah terdapat sekitar 1.206 jurnal di Indonesia yang tidak lagi membebankan APC kepada penulis.
RJI berharap kebijakan pemerintah ke depan mampu memperbanyak jumlah jurnal yang menerapkan sistem tanpa biaya publikasi sekaligus meningkatkan kualitas jurnal nasional agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyatakan sejalan dengan semangat yang dibawa RJI.








































