jpnn.com - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyoroti penggunaan whip pink atau gas ketawa berlabel halal yang belakangan marak di kalangan anak muda.
Hal demikian dikatakan dia saat rapat kerja dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).
"Jenis-jenis narkoba yang masuk itu lebih kreatif dan lebih bermacam-macam caranya, apalagi di whip pink itu, di tabungnya ada tulisan halal," kata Abdullah dalam rapat, Selasa.
Legislator fraksi PKB itu menuturkan para anak muda memakai alasan untuk praktik membuat kue demi memiliki whip pink.
"Ada cerita lucu, teman-teman tanya anak-anak ini apa? Ini buat praktikum bikin kue, mah, padahal baru kebongkar ternyata whip pink memang betul buat bikin kue, gas ketawa, lah tetapi baru viral sekarang," ujarnya.
Fraksi PKB, kata Abdullah, bakal mendukung BNN dari sisi anggaran untuk memberantas narkoba, termasuk yang jenis baru.
"Ketika butuh anggaran pegangannya harus jelas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Nah, saya mewakili PKB sangat mendorong apalagi anggaran hanya segini kalau bisa lebihin lagi, pak," kata dia.
Abdullah berharap BNN dapat lebih progresif dalam melakukan deteksi dini terhadap jenis-jenis narkotika baru (New Psychoactive Substances) yang masuk ke Indonesia dengan berbagai kedok.



















.jpeg)
























