jpnn.com, JAKARTA - Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus memperkuat ekosistem talenta di Indonesia melalui penguatan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT).
Hingga awal 2026, tercatat hampir 400.000 talenta unggul dari seluruh penjuru negeri telah masuk dalam basis data nasional, yang kini menjadi rujukan utama seleksi pendidikan dan beasiswa.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengungkapkan bahwa data ini bukan sekadar angka, melainkan fondasi penting bagi masa depan generasi muda Indonesia.
Data talenta itu menjadi dasar kebijakan penting, mulai dari seleksi pendidikan, penerimaan peserta didik di sekolah tertentu, hingga pemberian beasiswa.
"Kami ingin memastikan setiap prestasi yang diraih anak bangsa terdata dan diapresiasi secara sistematis," ungkap Maria dalam Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Fortadik di Tangerang Selatan.
Maria menyebutkan, sntusiasme siswa Indonesia dalam mengikuti ajang talenta saat ini melonjak tajam.
Pada tahun lalu, tercatat sekitar 806.000 peserta, dan angka tersebut meningkat signifikan menjadi 942.000 peserta di tahun ini.
Menariknya, lonjakan literasi dan prestasi justru terlihat menonjol di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Maria mencatat bahwa di beberapa wilayah 3T, peningkatan literasi sains mencapai 20%, jauh melampaui wilayah non-3T yang berada di kisaran 7,5%.












































