jatim.jpnn.com, SURABAYA - PT PAL Indonesia resmi memulai pembangunan dua kapal selam kelas Scorpene pesanan Kementerian Pertahanan RI. Seluruh proses produksi dilakukan di galangan PT PAL Surabaya dengan pendampingan teknologi dari Naval Group, Prancis.
Proyek ini menjadi tonggak baru bagi industri pertahanan nasional. Pasalnya, untuk pertama kalinya kapal selam Scorpene dibangun sepenuhnya di Indonesia, mulai dari pemotongan baja, fabrikasi, perakitan hingga uji coba.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, mengatakan pembangunan dua kapal selam tersebut menjadi bukti keberhasilan program transfer teknologi yang dijalankan bersama Naval Group.
Menurut dia, para insinyur PT PAL telah berhasil menyelesaikan tahapan Qualification Section, yakni proses sertifikasi yang menjadi syarat utama sebelum pembangunan kapal selam berstandar internasional dimulai.
"Tujuan utama kami bukan semata membangun kapal selam. Program ini menjadi wahana untuk meningkatkan kompetensi engineer Indonesia, memperkuat industri dalam negeri, dan menyiapkan ekosistem pertahanan yang semakin mandiri. SDM adalah aset strategis yang akan menentukan daya saing industri pertahanan Indonesia di masa depan," kata Diana, Kamis (2/7).
Sebagai bagian dari transfer teknologi, puluhan engineer PT PAL menjalani pelatihan intensif di fasilitas Naval Group di Prancis. Mereka mempelajari berbagai aspek, mulai pengelasan, rekayasa konstruksi, sistem mekanikal, sistem kelistrikan hingga pengendalian mutu.
Kompetensi tersebut kemudian diterapkan dalam proses Qualification Section sehingga para engineer Indonesia dinilai memenuhi standar manufaktur kapal selam kelas dunia.
Program Director Naval Group, Vincent Vimont, mengatakan kolaborasi kedua perusahaan tidak hanya menghasilkan dua kapal selam, tetapi juga membangun kemampuan industri pertahanan Indonesia dalam jangka panjang.





































