Proses WHV Diperlambat, Petani dan Pebisnis Australia Jadi Khawatir

7 hours ago 22

Proses WHV Diperlambat, Petani dan Pebisnis Australia Jadi Khawatir

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Proses WHV Diperlambat, Petani dan Pebisnis Australia Jadi Khawatir

Para petani Australia khawatir keputusan pemerintah Australia untuk menangguhkan permohonan visa bagi anak-anak muda yang ingin bekerja sambil berlibur di Australia, akan mengurangi jumlah tenaga kerja, serta membahayakan ketahanan pangan Australia.

Program Working Holiday Maker (WHM) Australia dimulai pada tahun 1975 dan dianggap saling menguntungkan bagi petani, komunitas pedesaan, sementara para backpacker luar negeri bisa berkeliling Australia sambil bekerja.

Federasi Petani Nasional (NFF) memperkirakan peserta WHV, yang sering disebut backpacker, mencakup sekitar setengah dari tenaga kerja lepas di Australia selama musim panen.

Mereka mengatakan pemutusan hubungan kerja sangat mengkhawatirkan.

"[Para backpacker] sangat penting bagi industri kami dan ketahanan pangan negara," kata juru bicara bidang hortikultura NFF, Richard Shannon.

Pemohon dari Indonesia sempat ditangguhkan

Pendaftaran untuk WHV akan diproses "lebih lambat dari sebelumnya", seperti dikonfirmasi oleh Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, Minggu kemarin (16/08).

Situs resmi Kementerian Dalam Negeri Australia, yang memuat perkembangan seputar WHV, menunjukkan permohonan dari 23 negara telah dihentikan sementara.

Indonesia sebelumnya masuk dalam daftar yang dihentikan sementara atau "Paused", kemudian menjadi "Check Ballot Status" yang artinya permohonan visa akan melalui undian.

Masyarakat pedalaman dan para petani di Australia khawatir mereka akan kehilangan tenaga kerja karena ditangguhkannya pendaftaran visa untuk anak-anak muda yang ingin bekerja sambil liburan di Australia

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |