jpnn.com, JAKARTA - Fenomena Taylor Swift tidak hanya menjadi sorotan industri musik dunia, tetapi juga masuk ke ruang akademik.
President University menghadirkan kelas khusus yang mengkaji Taylor Swift secara multidisipliner, mulai dari budaya populer, komunikasi, personal branding, industri kreatif, hingga dampak ekonomi global atau yang dikenal sebagai Swiftonomics.
President University menyebut kelas itu sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di pendidikan tinggi.
Kampus tersebut menjadi satu-satunya universitas di Indonesia yang memiliki kelas khusus mengenai Taylor Swift.
"Secara global, kajian tentang Taylor Swift juga telah hadir di sejumlah universitas ternama dunia, seperti Harvard University, Stanford University, dan University of Michigan," kata Dosen pengampu kelas Taylor Swift di President University, Ferawati Natalita, S.H., LL.M., Jumat (5/6).
Kelas Taylor Swift dirancang untuk menghubungkan teori akademik dengan fenomena nyata yang dekat dengan generasi muda.
Dalam kelas tersebut, mahasiswa tidak hanya membahas Taylor Swift sebagai penyanyi atau figur publik, tetapi juga sebagai fenomena global yang memengaruhi ekonomi, budaya fandom, komunikasi, branding, hingga perilaku sosial masyarakat.
Dosen lulusan Pennsylvania State University itu menjelaskan bahwa kelas ini berfokus pada besarnya pengaruh Taylor Swift dalam berbagai aspek kehidupan modern.







































