jabar.jpnn.com, BOGOR - Presiden Prabowo Subianto mengajak perusahaan multinasional asal Amerika Serikat, General Electric (GE), untuk meningkatkan investasi dalam produksi peralatan medis di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit di Washington DC, Rabu (18/2) malam waktu setempat.
Dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Kamis (19/2), ia menilai terdapat peluang kerja sama yang lebih luas seiring dengan pendirian sepuluh universitas baru berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) serta kedokteran di Indonesia.
“Saya rasa juga terdapat peluang bagi Amerika Serikat. Saya rasa General Electric membangun peralatan medis di Indonesia dan kami berharap mereka akan meningkatkan produksi mereka,” ujar Prabowo.
Di hadapan para pelaku usaha Amerika Serikat, Presiden memaparkan kondisi Indonesia yang masih mengalami kekurangan sekitar 140 ribu dokter.
Sementara itu, jumlah lulusan dokter setiap tahun hanya berkisar 10 ribu orang.
“Artinya, dibutuhkan sekitar 14 tahun untuk menutup celah tersebut, kecuali ada upaya baru yang nyata. Itulah alasan saya menciptakan 10 universitas baru yang berbasis STEM dan kedokteran,” katanya.
Sebelumnya, dalam lawatan kenegaraan ke Inggris, Prabowo juga merancang kerangka kerja sama pendidikan melalui pembangunan sepuluh kampus baru di bidang kedokteran dan STEM, termasuk program pertukaran dosen dengan institusi pendidikan di Inggris.







































