jpnn.com, JAKARTA - Warga Bogor, khususnya masyarakat Kota Bogor menyampaikan tiga persoalan utama yang mendesak diatasi oleh Pemkot Bogor.
Adapun tiga persoalan utama itu adalah perluasan lapangan kerja, penanganan kebersihan dan sampah serta biaya pendidikan SD dan SMP.
Demikian terungkap dari hasil Survei Persepsi Masyarakat Kota Bogor terhadap Isu Sosial Kontemporer yang dilakukan Al-gemenee Studi Club berkolaborasi dengan CV Wayang Nusantara Group.
Ketua Al-gemenee Study Club (ASC) Robby Darwis dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (19/2/2026) menyebutkan survei tersebut melibatkan 440 responden dewasa yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor dan dilaksanakan pada periode bulan November-Desember 2025.
Metode pengambilan sampel menggunakan basis Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif sehingga hasil survei merepresentasikan pandangan masyarakat secara proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodelogis.
Robby Darwis menjelaskan salah satu temuan penting dari hasil survei ini ialah tingginya dukungan masyarakat terhadap aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi publik.
Mayoritas responden menyatakan setuju terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah tersebut.
Dengan demikian, ketika ditanya lebih lanjut mengenai niat ikut serta secara langsung dalam demonstrasi, hasilnya menunjukkan pola yang berbeda.










































