Pesan Menohok Megawati di Bali: Jangan Pimpin Dunia dengan Hukum Rimba!

1 day ago 27

Selasa, 30 Juni 2026 – 10:45 WIB

 Jangan Pimpin Dunia dengan Hukum Rimba! - JPNN.com Bali

Gubernur Bali Wayan Koster mewakili Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri pembukaan The 3rd World Civilizations Harmony Forum di Uluwatu, Badung, Bali, Senin (29/6). Foto: Humas Pemprov Bali

bali.jpnn.com, ULUWATU - Gubernur Bali Wayan Koster membacakan sambutan tertulis Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri, dalam pembukaan The 3rd World Civilizations Harmony Forum di Uluwatu, Badung, Bali, Senin (29/6).

Dalam pesan kuatnya, Megawati Soekarnoputri menyerukan pentingnya membangun peradaban dunia yang berkeadilan serta menolak keras dominasi hukum rimba dalam konstelasi global.

Di hadapan tokoh lintas negara, agama, budaya, dan akademisi, salah satunya mantan Menko Polhukam Mahfud MD, Megawati menyoroti kondisi dunia hari ini.

Menurut Megawati, kondisi dunia hari ini makin mencemaskan akibat persaingan hegemoni, konflik bersenjata, serta dominasi sepihak di bidang ekonomi, teknologi, dan informasi yang mengancam nilai kemanusiaan.

Berangkat dari pengalaman Indonesia sebagai bangsa majemuk yang dipersatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika, Megawati mengajukan lima agenda strategis untuk menyelamatkan masa depan peradaban dunia.

Pertama, membangun regulasi global yang berkeadilan dengan menolak dominasi kekuatan tertentu dan mengedepankan hukum hati nurani.

Kedua, memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengembalikan fungsi PBB sebagai penegak perdamaian yang adil.

Ketiga, mereformasi sistem keuangan global dengan menciptakan sistem ekonomi yang tidak menindas negara berkembang.

Menurut Megawati, kondisi dunia hari ini makin mencemaskan akibat persaingan hegemoni, konflik bersenjata, serta dominasi sepihak di bidang ekonomi, teknologi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |