jpnn.com, JAKARTA - Dealer Audi di berbagai provinsi dan kota di China dilaporkan tutup.
Ada juga beberapa dealer yang menangguhkan operional atau izin operasionalnya dicabut termasuk di Henan, Guangxi, Beijing, Jiangsu, dan Zhejiang.
Penutupan itu dilakukan karena penjualan dan margin laba Audi terus merosot tajam.
Laman Carnewschina, Rabu, mengungkap pada Januari 2026, beberapa pemilik mobil Audi melaporkan dealer Kaifeng Jin’ao Audi diduga telah tutup.
Sementara konsumen sudah terlanjur mengambil paket perawatan dengan harga 16.800 hingga 18.800 yuan atau sekitar Rp40,2-Rp45,2 juta), secara otomatis tidak lagi bisa digunakan.
Sebagian pemilik mobil bahkan baru membeli kendaraannya enam bulan sebelum dealer tersebut tiba-tiba berhenti beroperasi.
Para karyawan pun juga dilaporkan mencari jalur hukum karena gaji mereka belum dibayarkan.
Layanan pelanggan FAW-Audi menyampaikan bahwa dealer tersebut resmi keluar dari jaringan FAW-Audi pada 13 November 2025 lalu.













































