Pelarangan Rokok Elektrik Ancam Perokok Dewasa Kehilangan Alternatif

7 hours ago 13

Pelarangan Rokok Elektrik Ancam Perokok Dewasa Kehilangan Alternatif

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi orang sedang menggunakan rokok elektrik atau vape. Foto: Natalia Laurens/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wacana pelarangan total rokok elektrik dinilai berpotensi besar merugikan perokok dewasa, karena menghambat upaya pengurangan dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok. 

Berbagai kajian ilmiah, baik yang dilakukan di dalam maupun luar negeri, menunjukkan bahwa rokok elektrik memiliki tingkat risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional (tembakau).

Artinya, keberadaan rokok elektrik menjadi opsi yang realistis bagi perokok dewasa. 

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Profesor Amaliya, mengatakan rokok elektrik merupakan bagian dari strategi harm reduction (pengurangan risiko) yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif dari kebiasaan merokok terhadap kesehatan. 

Prof. Amaliya mengibaratkan pendekatan ini dengan praktik pengurangan risiko dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan helm saat berkendara motor atau sabuk pengaman ketika mengemudi mobil. 

“Produk tembakau alternatif direkomendasikan sebagai solusi tambahan bagi perokok dewasa yang tidak mau atau tidak mampu berhenti total, meskipun standar keberhasilan tertinggi tetaplah berhenti merokok sepenuhnya,” kata dia, Rabu (4/4).

Senada, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan menekankan tujuan utama penggunaan rokok elektrik sebagai bagian dari strategi tobacco harm reduction atau pengurangan bahaya tembakau.

Dia menyatakan rokok elektrik diposisikan sebagai alat bantu peralihan bagi perokok dewasa untuk beralih dari rokok tembakau.

Wacana pelarangan rokok elektrik dinilai merugikan bagi perokok dewasa karena menghambat upaya pengurangan dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |