jpnn.com, JAKARTA - Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyuarakan pentingnya teknologi Artificial Intelligence (AI) dan pelajaran coding (pemrograman) sejak sekolah dasar dinilai sudah tepat.
Sebab, Ketua Umum Jaringan Relawan Pendukung Gibran Rakabuming (GIBRANKU) Ananta Agung Junaedy menilai teknologi AI alias kecerdasan buatan tak hanya tren keren-kerenan sesaat, jauh dari realitas hidup masyarakat bawah.
Oleh karena itu banyak masyarakat juga merasa AI menjadi tantangan bagi pasar tenaga kerja.
Menurut Agung, kalimat gibran yang viral bahwa AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi orang yang pakai AI akan mengalahkan yang tidak pakai sudah tepat.
“Wapres sebenarnya sedang menantang kita semua “mau jadi penonton yang ketakutan, atau jadi pengendali kemudi?” ungkap Agung di Jakarta, Senin.
Dia menyebut untuk memahami mengapa Wapres begitu ngotot soal AI, SDM Indonesia harus melihat peta persaingan hari ini.
“Dulu, sebuah negara dianggap kuat jika punya minyak melimpah atau pabrik yang besar. Berbeda dengan sekarang, aturan mainnya sudah berubah,” jelas Agung.
Dia menekankan bahwa negara paling makmur, negara yang paling pintar mengelola data dan teknologi.







































