jateng.jpnn.com, SEMARANG - Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polrestabes Semarang memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan sebagai sasaran utama dalam Operasi Keselamatan Candi 2026.
Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yuneldi mengatakan langkah ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kelancaran arus kendaraan di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah.
Sasaran operasi ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan maupun kemacetan. Titik-titik itu telah teridentifikasi berdasarkan data dan evaluasi kepolisian.
“Target kami adalah titik rawan kecelakaan dan rawan macet. Untuk Kota Semarang, titik-titik itu sudah bisa kami petakan,” ujar AKBP Yuneldi kepada JPNN.com, Selasa (3/1).
Dalam pelaksanaannya, pihaknya mengedepankan upaya preventif dan preemtif, disertai penegakan hukum secara proporsional. Menurutnya, kecelakaan lalu lintas kerap diawali oleh pelanggaran aturan berkendara.
“Dari data yang ada, pelanggaran masih didominasi pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, pengendara di bawah umur, belum memiliki SIM, berkendara dalam kondisi mabuk, serta pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman,” ujarnya.
Sebanyak 300 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar lebih disiplin berlalu lintas demi mewujudkan keselamatan di jalan dan mencegah terjadinya kecelakaan fatal.
Dia menyebut kemacetan juga menjadi perhatian. Sejumlah faktor penyebab kemacetan, seperti pasar tumpah, penyempitan jalan (bottle neck), penggunaan bahu jalan untuk berdagang, serta parkir sembarangan, turut menjadi sasaran penertiban.
















.jpeg)
























