jpnn.com - Pria yang menodong pengemudi taksi online dengan pistol di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu, ternyata memang anggota TNI.
Kasus penodongan disertai penganiayaan driver taksi online itu sebelumnya viral di media sosial.
Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0510/Tigaraksa Letnan Kolonel Infanteri Yudho Setyono mengakui seorang prajurit TNI berinisial Peltu A terlibat kasus penganiayaan di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu tersebut.
Letkol Yudho menyebutkan prajurit tersebut merupakan anggota aktif yang berdinas Kodim 0510/Tigaraksa.
"Benar memang ada oknum anggota (terlibat penganiayaan)," ucapnya di Tangerang, Selasa (3/3/2036).
Setelah adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut, kini Peltu A sudah diamankan Polisi Militer untuk kepentingan pemeriksaan dan klarifikasi atas kasus dugaan penganiayaan itu.
"Saat ini sedang dalam penanganan oleh POM (Polisi Militer)," kata Yudho.
Sebelumnya, jajaran Polres Tangerang Selatan menangani kasus dugaan penganiayaan dilakukan seorang pria yang mengaku sebagai aparat terhadap pengemudi taksi online di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu.












































