jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, tarif penyeberangan kapal lintas Surabaya-Madura, via Pelabuhan Ujung, masih bertahan tanpa kenaikan.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya mengatakan operasional layanan penyeberangan tersebut, tetap berjalan normal dan belum terdampak oleh fluktuasi kurs, walaupun menyentuh angka Rp 18.181.
Kepala Departemen Bisnis dan Pelayanan ASDP Cabang Surabaya M. Reza Falevi mengatakan, operasional kapal penyeberangan masih ditopang penggunaan BBM Solar bersubsidi, sehingga belum ada efek domino dari kenaikan Dolar Amerika Serikat.
“Penyeberangan di lintasan Ujung-Kamal ini merupakan alternatif selain Jembatan Suramadu,” ujar Reza, ditemui di Pelabuhan Ujung, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya, Senin (8/6).
Menurutnya, apabila terdapat usulan penyesuaian tarif, prosesnya tidak dapat dilakukan secara sepihak.
“Biasanya dari operator kapal melalui Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) maupun Indonesian National Ferry Association (INFA), melakukan pembahasan terlebih dahulu,” tuturnya.
Dia menambahkan usulan usulan yang disampaikan itu akan melahirkan keputusan untuk diteruskan dan dibahas lebih lanjut bersama pengelola pelabuhan, sebelum diputuskan oleh pemerintah pusat, lewat Kementerian Perhubungan
“Setelah diajukan, nanti akan dinilai apakah memang sudah layak dilakukan penyesuaian tarif atau belum,” katanya.




































