bali.jpnn.com, GIANYAR - Keputusan berani diambil pelatih Bali United Johnny Jansen saat melumat PSBS Biak 6-1 pada laga pekan ke-26 Super League 2025-2026 di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Senin (6/4) lalu.
Di tengah performa Boris Kopitovic yang sedang underperform, Johnny Jansen memasang pemain kawakan Muhammad Rahmat sebagai ujung tombak utama.
Meski posisi aslinya adalah pemain sayap, kecepatan Muhammad Rahmat terbukti menjadi senjata mematikan yang mengacak-acak pertahanan lawan.
Johnny Jansen menegaskan bahwa perubahan taktik ini adalah bagian dari strategi adaptif tim di kompetisi Super League.
"Terkadang tim butuh perubahan taktikal tergantung lawan yang dihadapi.
Rahmat memiliki kecepatan yang mampu mengganggu fokus lini belakang mereka," ujar Johnny Jansen dilansir dari laman Bali United.
Menurut Johnny Jansen, meski tidak mencetak gol, pergerakan Muhammad Rahmat kerap menyulitkan lini pertahanan sehingga mampu membuka ruang bagi rekan setim lainnya.
Alhasil, enam gol tercipta ke gawang PSBS Biak setelah lini pertahanan skuad Badai Pasifik kerap menjaga pergerakan Muhammad Rahmat.





































