jpnn.com, BAKU - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) membuka peluang kolaborasi sekaligus membawa komitmen investasi untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia melalui Creative Economy Diplomatic Mission 2026 yang berlangsung di Baku, Azerbaijan, dan Astana, Kazakstan, pada 19–22 Juni.
Dalam rangkaian misi tersebut, Gekrafs meresmikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Azerbaijan dan Kazakstan sebagai penghubung strategis antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan jejaring global.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian beserta jajaran pengurus DPP Gekrafs.
Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan ekonomi kreatif merupakan sektor masa depan karena bertumpu pada kekuatan ide, kreativitas, dan inovasi.
"Ide kreatif sumbernya adalah di kepala dan ide tidak akan pernah habis. Dengan adanya Gekrafs Azerbaijan, silakan berkolaborasi, melihat peluang-peluang yang ada dan melakukan hal-hal yang bisa memberikan kebermanfaatan," ujar Kawendra.
Dia menambahkan Indonesia memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi kreatif global. Menurutnya, Indonesia menjadi negara pertama yang memiliki Kementerian Ekonomi Kreatif dan Hari Ekonomi Kreatif.
"Azerbaijan menjadi negara ke-12 Gekrafs hadir. Semangat ini harus sama-sama kita kuatkan untuk terus melakukan kolaborasi," katanya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan sekaligus Dewan Pembina DPLN Gekrafs Azerbaijan, Berlian Helmy, mengatakan kehadiran Gekrafs diharapkan mampu memperkuat hubungan Indonesia dan Azerbaijan, sekaligus menarik lebih banyak investasi.








































