Menhut Raja Juli: Perlindungan Lahan Basah Perlu Libatkan Pengetahuan Tradisional

3 hours ago 23

 Perlindungan Lahan Basah Perlu Libatkan Pengetahuan Tradisional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya perlindungan dan pengelolaan lahan basah berbasis pengetahuan tradisional. Foto: Kemenhut

jpnn.com, KALIMANTAN UTARA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya perlindungan dan pengelolaan lahan basah berbasis pengetahuan tradisional.

Dia berharap lahan basah menjadi kawasan dengan biodiversitas tinggi dan menjadi sumber ekonomi untuk masyarakat pesisir.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menhut Raja Juli dalam peringatan Hari Lahan Basah Sedunia bertajuk ‘Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya’ di Kalimantan Utara.

Dalam acara turut dihadiri Head of Development Cooperation and Counsellor, Embassy of Canada to Indonesia Ms. Alice Birnbaum, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang dan jajaran Kementerian Kehutanan.

“Kami berharap Lahan basah bukan hanya tanah yang basah, tetapi kawasan dengan biodiversitas yang sangat tinggi, sumber ekonomi yang baik, sekaligus memiliki kemampuan penyerapan karbon yang sangat besar,” ujar Menhut di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, dikutip Sabtu (7/2).

Raja Antoni mengatakan kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.

Namun, kata dia, kearifan lokal tetap memiliki peran strategis sebagai sumber pengetahuan yang harus diakui dan dirayakan.

“Masyarakat kita sejak dulu sudah sangat terbiasa dengan sistem pasang surut, sistem pertanian di lahan basah, hingga memahami pola migrasi burung di kawasan basah sejak zaman nenek moyang,” jelasnya.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya perlindungan dan pengelolaan lahan basah berbasis pengetahuan tradisional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |