Ekonom Ungkap Biang Kerok Lesunya Pasar Otomotif Nasional

3 hours ago 22

Ekonom Ungkap Biang Kerok Lesunya Pasar Otomotif Nasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi pasar otomotif 2026. Foto: ridho

jpnn.com, JAKARTA - Pertumbuhan pasar otomotif nasional dinilai masih akan berjalan tertatih jika pembukaan lapangan pekerjaan belum dilakukan secara masif.

Hal itu disampaikan ekonom Bank Permata, Josua Pardede, yang menilai penciptaan kerja memiliki dampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat, khususnya di sektor otomotif.

Menurut Josua, lemahnya pembelanjaan kendaraan bermotor saat ini tidak lepas dari struktur ketenagakerjaan Indonesia yang didominasi sektor informal.

Kondisi tersebut membuat pendapatan masyarakat cenderung tidak stabil, sehingga pembelian kendaraan bukan menjadi prioritas utama.

“Makanya kembali lagi harus ada pembukaan lapang pekerjaan yang signifikan atau masif dari pemerintah. Agar pendapatan masyarakat ini bisa meningkat dengan signifikan,” ujar Josua saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dia menjelaskan sejak 2023 hingga 2025 penjualan mobil nasional konsisten berada di bawah angka psikologis 1 juta unit.

Padahal, pada kondisi normal, pasar otomotif Indonesia mampu mencatatkan penjualan di atas angka tersebut.

Penurunan daya beli akibat pendapatan yang stagnan menjadi faktor utama lesunya pasar.

Pertumbuhan pasar otomotif nasional dinilai masih akan berjalan tertatih jika pembukaan lapangan pekerjaan belum dilakukan secara masif.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |