jpnn.com, CISARUA - Status tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, resmi dihentikan pada Jumat (6/2).
Hingga hari ke-14 operasi pencarian, tim gabungan berhasil menemukan 94 bodypack, dengan 74 korban di antaranya telah teridentifikasi.
Meski masa tanggap darurat secara resmi berakhir dan memasuki tahap pemulihan, upaya pencarian tetap dilanjutkan dengan pola operasi yang disesuaikan terhadap dinamika lapangan.
Incident Commander (IC) penanganan longsor Cisarua, Ade Zakir, mengatakan fokus utama pada masa pemulihan adalah inventarisasi kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah terdampak.
"Dalam masa pemulihan, yang pertama kami lakukan adalah menginventarisasi kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi. Tidak hanya infrastruktur, tapi juga bagaimana ekonomi masyarakat bisa berjalan kembali," kata Ade, Sabtu (7/2).
Menurut Ade, pemulihan juga difokuskan pada sektor infrastruktur dasar seperti jalan, pendidikan, serta layanan kesehatan agar aktivitas warga dapat kembali normal.
“Kami sedang mengumpulkan dan merekap data sebagai dasar untuk langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi,” tuturnya.
Terkait relokasi, Ade menyebutkan saat ini terdapat beberapa alternatif lokasi yang sedang dikaji, salah satunya pemanfaatan tanah carik desa yang prosesnya diawali melalui musyawarah desa.









































