jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah isu terkait ekonomi, salah satunya mengenai inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia dalam rapat terbatas, Senin (7/9).
Prabowo juga meminta Dewan Nasional Keuangan Inklusif yang terdiri dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mempersiapkan aspek teknis dari program tersebut.
Presiden mencanangkan pembukaan rekening massal selain untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional, rencananya juga ditargetkan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai.
Apa Itu Program Rekening Massal?
Program rekening massal adalah kebijakan agar setiap warga negara Indonesia (WNI) yang memasuki usia 17 tahun otomatis memiliki rekening bank.
Rekening tersebut akan terhubung dengan data kependudukan dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program rekening massal merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan.
Menurut Airlangga, rekening akan disiapkan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercatat di Dukcapil.
















































