jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Fashion Product Design and Business Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra Surabaya menunjukkan bagaimana fashion dapat menjadi medium untuk menjawab isu keberlanjutan, pelestarian budaya, hingga perubahan sosial melalui Fashionology 2026.
Tahun ini mengusung tema The Liminal yang merepresentasikan ruang transisi antara dunia akademik dan profesional, tradisi dan inovasi, serta tantangan dan peluang masa depan.
Sebanyak 56 mahasiswa tingkat akhir menampilkan koleksi yang mencakup berbagai kategori, mulai dari evening wear, streetwear, modest wear hingga childrenswear.
Menariknya, karya-karya yang dipamerkan tidak hanya menonjolkan sisi artistik, tetapi juga lahir dari riset mendalam mengenai isu-isu yang tengah dihadapi industri fashion global.
Berbagai koleksi mengangkat tema keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah tekstil menjadi produk bernilai tinggi, eksplorasi budaya lokal dalam desain kontemporer, hingga kolaborasi dengan pelaku UMKM.
Selain itu, 10 mahasiswa semester enam turut mempresentasikan hasil real client project bersama UMKM Batik Reog Ponorogo sebagai bentuk sinergi antara pendidikan tinggi dan pemberdayaan ekonomi kreatif daerah.
Tahun ini, Fashionology semakin memperkuat posisi internasionalnya dengan menghadirkan partisipasi lima universitas mitra dunia, yakni Tsinghua University dari China, Shih Chien University Taiwan, Manchester Metropolitan University Inggris, Swinburne University Australia, serta TAR UMT Malaysia.
Masing-masing kampus menghadirkan enam koleksi terbaik mahasiswa mereka sehingga menciptakan ruang dialog lintas budaya mengenai masa depan industri fashion global.





































