jpnn.com, KARAWANG - Presiden Prabowo Subianto meminta kalangan ilmuwan dan perguruan tinggi untuk terus mengembangkan riset komprehensif di sektor energi terbarukan.
Kepala Negara menegaskan agar program ketahanan energi nasional tidak mandek di implementasi biodiesel B50, melainkan dipersiapkan menuju campuran B60.
Menurut Presiden Prabowo, pengembangan biodiesel harus terus dilanjutkan menuju tingkat campuran yang lebih tinggi sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.
"Para ilmuwan dari kampus-kampus, teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu. Teruskan, jangan berhenti di B50, kalau bisa B60, bulan apa B60?" kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.
Presiden mengungkapkan bahwa sejak sebelum dilantik hingga resmi menjabat sebagai kepala negara, ia secara konsisten mendorong percepatan terwujudnya kemandirian energi Indonesia.
Ia mengatakan usulan menuju B100 sempat dibahas bersama jajaran menterinya. Namun, pemerintah menilai penerapan B50 sudah mampu memberikan dampak signifikan, termasuk menghilangkan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
"Saya menuntut dari tim saya kemandirian energi, B40 tidak cukup. Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100, tetapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, 'Pak, dengan B50 saja, kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri', ujarnya.
Menurut Prabowo, keberhasilan mencapai B50 merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.







































