Jangan Anggap Sepele Jantung Berdebar, Bisa Jadi Tanda Aritmia Mematikan

4 hours ago 26

Kamis, 09 Juli 2026 – 21:40 WIB

Jangan Anggap Sepele Jantung Berdebar, Bisa Jadi Tanda Aritmia Mematikan - JPNN.com Jatim

Rumah Sakit National Hospital Surabaya punya layanan Holter ECG untuk deteksi penyebab jantung berdebar. Foto: Humas National Hospital Surabaya

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Keluhan jantung berdebar kerap dianggap sebagai dampak kelelahan, stres, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda aritmia atau gangguan irama jantung yang berpotensi membahayakan jika tidak dikenali sejak dini.

Dokter Spesialis Jantung National Hospital dr Gunawan Yoga, Sp.JP, mengatakan sebagian besar kasus aritmia memang tidak berbahaya. Namun, sebagian lainnya dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kematian mendadak.

“Sebagian besar aritmia sebenarnya bersifat jinak, sekitar 90 persen. Namun, ada sekitar 5–10 persen yang berpotensi berbahaya dan dapat meningkatkan risiko kematian mendadak apabila tidak ditangani,” ujar Gunawan dalam kegiatan Health Talk bertajuk Jantung Berdebar? Kenali Kapan Harus Waspada!, Kamis (9/7).

Menurutnya, gejala aritmia tidak selalu sama pada setiap orang. Keluhan yang paling sering dirasakan adalah jantung berdebar atau palpitasi, dengan sensasi denyut sangat cepat, terasa menghentak di dada, bahkan hingga terasa di telinga.

Dia mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila jantung berdebar disertai gejala lain, seperti pusing, keringat dingin, sesak, pingsan, atau keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Pemeriksaan juga dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, pernah menjalani operasi jantung, maupun memiliki anggota keluarga dengan riwayat kematian mendadak," katanya.

Untuk memastikan penyebab gangguan irama jantung, dokter biasanya akan menyesuaikan jenis pemeriksaan dengan kondisi pasien. Salah satunya adalah Holter ECG yang merekam aktivitas listrik jantung selama 24 hingga 72 jam saat pasien beraktivitas yang bisa dilakukan di Rumah Sakit National Hospital.

Selain itu terdapat Electrophysiology (EP) Study untuk mengevaluasi sistem kelistrikan jantung, serta treadmill test guna melihat respons irama jantung saat berolahraga.

Jantung berdebar tak selalu akibat lelah atau stres. Dokter mengingatkan kondisi ini bisa menjadi gejala aritmia yang berisiko memicu kematian mendadak

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |