jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Azis Subekti menyebut Indonesia saat ini memiliki daya tarik besar di mata dunia, karena negara mitra terus memperluas kerja sama dengan negara beribu kota Jakarta.
Semisal, kata dia, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Prancis, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Korea Selatan, Australia, Singapura, Rusia, Brasil, hingga India.
Legislator fraksi Gerindra itu mengatakan nilai komitmen investasi yang diumumkan dalam berbagai kerja sama mencapai sekitar USD175 miliar.
Namun, Azis mengingatkan bahwa komitmen investasi tidak boleh berhenti pada pengumuman. Pemerintah perlu memastikan setiap kesepakatan dikawal hingga tahap realisasi.
“Persoalannya bukan apakah Indonesia memiliki peluang. Persoalannya adalah apakah institusi negara mampu mengubah peluang menjadi hasil,” kata Azis dalam keterangannya, Rabu (1/7).
Dia menilai hambatan utama investasi di Indonesia terletak pada persoalan perizinan, tata ruang, koordinasi lintas lembaga, kepastian regulasi, dan pembebasan lahan.
"Investor tidak takut pada risiko. Mereka takut pada ketidakpastian. Risiko dapat dihitung, ketidakpastian tidak dapat dihitung,” kata Azis.
Legislator Dapil VI Jawa Tengah (Jateng) itu mengatakan Indonesia perlu belajar dari beberapa negara dalam mengubah investasi menjadi kekuatan ekonomi nasional.









































