jpnn.com - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut polemik penetapan tersangka Hogi Minaya (43), suami korban penjambretan di Sleman, Yogyakarta, memprihatinkan di tengah tuntutan masyarakat terkait reformasi Polri.
Hogi dijadikan tersangka oleh penyidik Polresta Sleman setelah dua penjambret tas istrinya tewas kecelakaan saat pengejaran.
"Di tengah tuntutan masyarakat reformasi kepolisian, reformasi kejaksaan, reformasi pengadilan, kami sangat menyesalkan peristiwa yang menimpa Pak Hogi," kata Habiburokhman saat rapat di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Rapat tersebut mengundang Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo, Kajari Sleman, dan Hogi bersama istrinya.
Menurut Habiburokhman, polemik yang terjadi itu bisa dipahami secara kasat mata bahwa penegakan hukum yang dilakukan Polres Sleman dan Kejari Sleman itu bermasalah.
Hal itu menurutnya bisa dilihat dari respons publik begitu mengetahui polisi menjadikan suami korban jambret tersebut sebagai tersangka.
"Ini publik marah Pak, kami juga marah," kata Habiburokhman.
Dia menilai bahwa polemik hukum yang terjadi itu membuat situasi menjadi sulit.













































