jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) bergerak menguat 54 poin atau 0,29 persen pada Selasa pagi.
Posisi USD menjadi Rp 18.134 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 18.188.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi meredanya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah (Timteng).
“Rupiah berpotensi menguat terhadap USD di tengah menurunnya harga minyak dunia oleh meredanya geopolitik di Timteng di mana Iran dan Israel untuk sementara waktu menghentikan penyerangan,” kata Lukman di Jakarta, Selasa.
Mengutip Anadolu, pemerintah Iran mengumumkan untuk mengakhiri serangannya terhadap Israel, tetapi dengan mengancam respons keras jika rezim Israel kembali menyerang Lebanon.
Sebagaimana pernyataannya yang disiarkan Kantor Berita Tasnim, angkatan bersenjata Republik Islam Iran mengatakan bahwa Israel dan para pendukungnya "seharusnya mendapat" pelajaran dari respons Teheran yang dilakukan "demi mendukung rakyat Lebanon yang ditindas”.
Namun, mereka memperingatkan bahwa jika agresi Israel berlanjut, khususnya di Lebanon selatan, maka "tindakan yang jauh lebih parah dan menghancurkan akan menanti”.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa Tel Aviv dan Washington menyampaikan pesan kepada Teheran bahwa tidak akan ada serangan lanjutan dari Israel jika Iran tidak melanjutkan serangan.







































