jpnn.com, SEMARANG - Bea Cukai memperkuat sinergi dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah guna mendukung iklim investasi dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kepabeanan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Susila Brata di KEK Kendal dan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang pada awal Mei 2026.
Kunjungan ke KEK Kendal dilaksanakan pada Selasa (6/5) dan dihadiri Presiden Direktur Kendal Industrial Park (KIP) Vincent Lee, Kepala Administrator KEK Kendal Tjertja Karja Adil, serta Kepala Kantor Bea Cukai Semarang Mochamad Syuhadak.
Dalam kesempatan tersebut, Bea Cukai berdialog dengan para pemangku kepentingan untuk menghimpun aspirasi sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam memanfaatkan fasilitas kepabeanan.
Salah satu fokus pembahasan adalah percepatan implementasi sistem persediaan berbasis teknologi informasi atau IT Inventory.
Dari 149 perusahaan yang beroperasi di KEK Kendal, sebanyak 84 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas kepabeanan.
Namun, baru 17 perusahaan yang telah menyelesaikan penetapan IT Inventory sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi ekonomi kawasan ini. Oleh karena itu, sinergi dan kepatuhan terhadap ketentuan IT Inventory menjadi kunci agar fasilitas fiskal dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa mengganggu iklim investasi yang sudah sangat positif,” ujar Susila.







































