jpnn.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui adanya informasi bahwa mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim (SK) sempat berkomunikasi dengan warga negara Jerman, Andrej Frey.
Andrej merupakan Direktur PT Parq Ubud Partners atau kerap disebut "Kampung Rusia".
Komisi Pemberantasan Korupsi mengangkut dua mobil mewah setelah menggeledah kediaman mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)
Namun, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein belum membuka detail informasi ini.
"Andrej Frey, ya, yang orang Jerman ya? Mungkin saya tidak bisa gambarkan secara detail karena memang ini sudah masuk substansi, tetapi betul ada informasi itu," ujar Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026) malam.
Taufik mengatakan informasi tersebut saat ini sedang dikembangkan penyidik KPK, meliputi kemungkinan terjadinya dugaan pemerasan oleh Silmy dan kawan-kawan kepada Andrej Frey.
"Ini sedang dikembangkan oleh penyidik. Apakah itu juga nanti masuk di modus-modus pemerasan yang dilakukan oleh SK? Itu nanti dikembangkan di penyidikan kami yang sedang berjalan," tuturnya.
Diketahui, pada 24 Januari 2025, Andrej Frey yang juga berstatus sebagai Direktur PT Tommorow Land Development Bali dan Direktur PT Alfa Management Bali telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan dan sawah dilindungi di Ubud, Bali, oleh Polda Bali.







































