Kemarau di Semarang Diprediksi Lebih Menyengat, Ini Penjelasan BMKG

1 week ago 49

Jumat, 05 Juni 2026 – 07:20 WIB

Kemarau di Semarang Diprediksi Lebih Menyengat, Ini Penjelasan BMKG - JPNN.com Jateng

BMKG memprediksi puncak kemarau di Semarang terjadi pada Agustus 2026. Suhu udara berpotensi mencapai 38 derajat Celsius akibat pengaruh El Nino. Foto: Danang Diska Atmaja/JPNN

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Warga Kota Semarang diminta bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di ibu kota Jawa Tengah tersebut akan terjadi pada Agustus 2026 dengan suhu udara berpotensi mencapai 37 hingga 38 derajat Celsius.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang mulai terpantau sejak Juni 2026.

"Hal ini berkaitan dengan dibarenginya kejadian El Nino yang mulai terpantau indeksnya pada Juni 2026," kata Goeroeh.

Menurut dia, awal musim kemarau di Kota Semarang tidak berlangsung serentak. Wilayah Semarang bagian utara mulai memasuki musim kemarau sejak awal Juni, sementara kawasan tengah, barat, dan selatan masih sesekali diguyur hujan ringan.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat belum sepenuhnya merasakan perubahan musim meski secara klimatologis wilayah tersebut telah memasuki periode kemarau.

BMKG menilai pola cuaca di Jawa Tengah sepanjang tahun ini cukup dinamis. Gangguan atmosfer yang masih terjadi menyebabkan awal musim kemarau di setiap daerah tidak berlangsung bersamaan.

"Sehingga beberapa daerah di Jawa Tengah ada yang sudah masuk musim kemarau dan daerah lainnya masih belum," ujarnya.

BMKG memprediksi puncak kemarau di Semarang terjadi pada Agustus 2026. Suhu udara berpotensi mencapai 38 derajat Celsius akibat pengaruh El Nino.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |