jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan progres pemulihan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Menurut Mendagri Tito selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, hal ini terlihat dari berbagai indikator, mulai dari layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur strategis, hingga pembangunan hunian sementara (huntara).
Penjelasan tersebut disampaikan Tito kepada awak media usai Rapat Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (18/6).
Saat ini penanganan bencana di Sumatra telah memasuki tahap pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kasatgas Tito mengatakan langkah prioritas ke depan, yaitu mempermanenkan berbagai infrastruktur seperti jalan maupun jembatan, baik berstatus nasional maupun daerah termasuk yang belum tersentuh.
“Itu harus dikerjakan, entah oleh Pemda (pemerintah daerah) atau diambil alih oleh [pemerintah] pusat,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi hingga tahun 2028 sebesar Rp 100,1 triliun.
Anggaran tersebut mencakup kebutuhan 33 kementerian/lembaga, terdiri dari 23 kementerian/lembaga utama dan 10 kementerian/lembaga pendukung.







































