jpnn.com - ISTANBUL - Tentara Iran pada Kamis (2/7), menyatakan bahwa kehadiran jet tempur Amerika Serikat di Selat Hormuz mengancam keamanan regional. Iran akan merespons dengan cepat dan tegas, terhadap campur tangan apa pun oleh Amerika di jalur pelayaran tersebut.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Fars, mengatakan bahwa kehadiran jet tempur dan drone AS di atas Selat Hormuz “telah menyebabkan ketidakamanan di jalur air ini dan akan mengancam keamanan regional.”
Iran menyatakan tidak akan ragu mengambil tindakan apa pun untuk membela kedaulatannya atas Selat Hormuz. Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap campur tangan atau agresi dari militer AS dan pendukungnya akan ditanggapi dengan respons tegas dan cepat dari angkatan bersenjata.
Markas besar tersebut menggambarkan Selat Hormuz sebagai “wilayah kedaulatan Republik Islam Iran,” dan keamanan serta stabilitas jalur air strategis itu merupakan garis batas yang tidak boleh dilanggar.
Pernyataan itu juga menegaskan kembali bahwa semua kapal tanker minyak dan komersial harus menggunakan jalur navigasi yang ditetapkan oleh Iran saat melintasi selat tersebut.
Setiap kapal yang gagal mematuhi jalur atau protokol navigasi yang ditetapkan Iran akan menghadapi “tanggapan langsung dan tegas” dari angkatan bersenjata dan berisiko membahayakan keamanannya sendiri.
Iran dan AS mencapai nota kesepahaman pada 18 Juni yang menyerukan perpanjangan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya selama 60 hari, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, dan pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya.
Negosiasi teknis untuk mengimplementasikan nota kesepahaman dan menyepakati kesepakatan akhir yang juga akan mencakup konsensus tentang status program nuklir Iran terus berlanjut di bawah mediasi bersama Qatar-Pakistan. (antara/jpnn)








































