bali.jpnn.com, TABANAN - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan jajaran kementerian terkait untuk segera menambah fasilitas Sekolah Rakyat di Provinsi Bali.
Langkah cepat ini diambil untuk menampung tingginya minat pendaftaran dari siswa-siswa yang kurang berdaya.
Prabowo menjelaskan bahwa instruksi percepatan pembangunan ini merupakan respons langsung atas laporan terkait kelebihan kapasitas (overload) siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali.
“Oke, berarti harus ditambah secepat mungkin. Nanti diusahakan,” ujar Presiden Prabowo dilansir dari Antara.
SRMP 17 Tabanan telah melampaui batas (overload), dengan menampung sekitar 400 siswa dari daya tampung ideal yang hanya untuk 270 anak.
Untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas ini, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemanfaatan aset negara yang menganggur agar dipinjam pakai secara permanen sebagai ruang belajar.
"Bagaimana caranya kita, Seskab mungkin nanti koordinasi dengan kementerian/lembaga lain. Dari fasilitas mereka yang kurang dimanfaatkan, bisa segera dipinjam untuk sekolah," ujar Presiden Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa perwujudan Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari usaha besar pemerintah dalam meningkatkan sektor pendidikan dan latihan demi membuat seluruh rakyat Indonesia hidup layak.




































